siraman rohani

TANGGUNG JAWAB SEORANG PEMIMPIN

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaaatuh

Kaum muslim wa muslimat rohimakumullah…

Dalam hal ini tentu kita bertanya-tanya, siapa? Bagaimana? sosok yang pantas jadi seorang pemimpin.pemimpin bangsa,pemimpin masyarakat,pemimpin suatu suku,pemimpin keluaga,pemimpin dari suatu organisasi dan lain sebagainya.bisa kah kita mencerna dalam fikiran kita,apa yang akan terjadi pada masyarakat kita atau yang lebih lazimnya  orang yang akan di pimpin apa bila pemimpin tersebut belum bisa memimpin dirinya sendiri.kebanyakan masyarakat kita ini sok-sok jadi pemimpin,padahal dia tidak berkaca,seperti apa sikap  saya.apa sudah pantas untuk di tiru oleh masyarakat banyak.

Kaum muslimin/muslimat yang berbahagia…

Sebagaimana firman allah yang artinya: SETIAP KAMU ADALAH PEMIMPIN DAN PASTI AKAN DI MINTA PERTANGGUNG JAWABANYA.

Dalam ayat ini sungguh sangat jelas bahwa setiap manusia itu akan jadi pemimpin,tergantung kepada kita sendiri bagai mana kita menjalani bagaimana cara kepemimpinan kita.apakah kita bertanggung jawab atas kepemimpinan kita itu,Atau kita sia-siakan itu semua..sejak kita dilahirkan kita sudah diberikan sebuah amanah oleh allah sebagai seorang pemimpin.jadi jangan sampai kita sia-siakan amnah tersebut karma menyia-nyiakan amanah adalah dosa besar.

Kita mulai dari tanggung jawab orang tua kepada anaknya.

Siapakah pemimpin dari seorang keluarga? Yang menjadi seorang pemimpin dari sebuah rumah tangga adalah seorang  ayah/bapak.dia lah yang mempunyai tanggung jawab penuh didalam urusan rumah tangga. Baik bapaknya maka baik juga anaknya. Tidak beres bapaknya maka anaknya juga akan seperti bapak tersebut..seperti kata pepatah buah tidak akan jatuh jauh dari batangnya.jadi  bagi seorang pemimpin itu bukan sesuatu yang sangat mudah..sedik saja kita salah dalam mendidik anak maka akan fatal akibatnya.bukan kepada orang tua saja tapi juga termasuk bagi seorang guru ataupun seorang pendidik..

Kaum muslimin wal muslimat yang  di rahmati allah……

Kita perhatikan secara seksama ,,bagai manakah  sikap dari  anak-anak didik kita sekarang.sungguh banyak sekali anak-anak kita yang menyimpan  atau memiliki sifat mendongkol atau suka membangkang..kenapa itu bias terjadi dan bagaimana supaya anak-anak kita itu patuh dan menghargai kita.???? Fakta dari pada surfai membuktikan bahwa apabila seorang anak di tekan maka dia juga akan membalas penekanan kepada kita,apabila seorang anak di lawan maka dia juga akan melawan kepada kita,namun sebaliknya, apabila seorang anak di sayangi maka anak itu juga akan membalas dengan kasih sayangnya kepada kita.apabila anak itu kita hargai maka anak tersebut juga akan menghargai kita..bukan hanya di dalam masalah mendidik saja kita temukan tapi di saat kita bergaul dengan teman kita juga akan menemukan hal yang sama.menjadi seorang pemimpin dalam mendidik sangat perlu sekali kesabaran..sabar menghadapi anak didik tersebut..apabila kesabaran itu tidak ada maka kita tidak pantas menjadi seorang pemimpin yang baik..yang harus kita sama – sama ketahui bahwa di akhirat nanti akan di minta pertanggung jawaban dari kepemimpinan tersebut.seperti sebuah cerita pada waktu zaman para sahabat dulu .. ada seorang anak yang tidak tau sama sekali dengan agama boleh dikatakan dengan kafir.tetapi ayah dari anak tersebut adalah seorang muslim yang sangat soleh.suatu ketika anak itu ditanya oleh malaikat siapa tuhan kamu,siapa nabi kamu,apa kitab mu dan dimana kiblat mu??????tapi anak itu hanya menjawab dengan kalimat ‘‘saya tidak tau’’..kemudian malaikat itu mengatakan kepada anak tersebut ‘’tempat yang pantas bagimu adalah neraka’’anak itu tidak terima.anak tersebut protes,..’’saya begini tidak pernah solat,puasa,zakat,baca qur’an dan malahan saya tidak tau sama sekali dengan islam karena ulah dari pada orang tua saya”setelah mendengar ucapan anak tersebut malaikat memanggil orang tua dari anak tersebut dan membawanya ketempat anak tadi kemudian di sidang..malaikat berkata “benar ini anak mu??” ya… jawab orang tua dari anak tadi..kemudian malaikat bertanya lagi “benar kamu tidak pernah mengajari anak mu sholat,puasa,ngaji dan mengetahui tentang ajaran islam..orang tua dari anak tadi juga menjawab “ya…benar…

Kemudian malaikat tu berkata “ kau tau kalau anak itu adalah amanah dari allah..tapi mengapa kau sia-siakan..kau tau, menyianyiakan amanah adalah dosa besar.. jadi kau adalah penghuni neraka.. tempat kau dan anak kau adalah neraka..

Jadi kesimpulan dari cerita tadi bahwa, seorang pemimpin akan mempertanggung jawabkan kepemimpinannya di akhirat nanti..baik atau buruknya akan kita pertanggung jawabkan nanti.baik atau buruknya tergantung pada seorang pemimpin..

Kaum muslimin/muslimat rohimakumullah….

Kebanyakan seorang pemimpin ini tidak mempunyai kesabaran dalam memimpin.. hanya mengemukakan emosionalnya saja. Tapi tak memikirkan efek samping dari sikap emosionalnya tersebut. Dia merasa dirinya yang paling benar.. Dia merasa kalau  kepemimpinannya itu sudah cukup..padahal anaknya belum beres.siapa yang akan disalahkan..anak atau seorang bapak..hanya allah yang tau..

Jadi kesimpulan dari pidato ini adalah mari kita persiapkan diri kita bagi generasi muda yang pada suatu nanti pasti akan menjadi seorang pemimpin.. jaganlah kita sia – siakan kepemimpinan tersebut karena di akhirat nanti semuanya akan d pertanggung jawabkan..untuk itu sangat di perlukan tawakal kepada allah dan kesabaran dalam memimpin..

Hanya itu yang dapat saya sampaikan mudah – madahan bermamfaat bagi kita semua.terutama bagi saya sendiri.mudah – mudahan allah selalu melindungi kita dan memberikan jalan yang terbaik bagi kita..amin amin yarobbal’alamiin…………

Wabillahitaufik

Aslamu’alaikum warohmatullahi wabarokaaatuh.

Penyusun; fadhli rasyid TM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: