tentang poligami

MAKALAH

1. jarak antarbaris 2 spasi
2. jarak antar penunjuk bab ( misal bab I ) dengan tajuk bab (misalnya pendahuluan) 2 spasi
3. jarak antar tajuk bab (judul BAB ) dengan teks pertama isi naskah antara tajuk bab dengan tajuk anak bab adalah 4 spasi
4. jarak antara tajuk anak bab dengan baris pertama teks isi naskah adalah 2 spasi
5. tiap aknea isi naskah diketik menjorok ke dalam (kanan) sejauh 5 ketikan
6. jarak antara baris akhir teks isi naskah dengan tajuk anak bab berikutnya adalah 4 spasi
7. jarak antara teks dengan tabel, Gambar , grafik atau diagram adalah 3 spasi
8. aknea baru diketik menjorok de dalam (ke kanan) sejauh 4 ketikan dari marjin kiri teks isi naskah jarak antara aknia 2 spasi
9. petunjuk bab dan tajuk bab selalu diketik pada halaman baru

1.Apakah anda setuju dengan adanya pologami?
A . ya
B . tidak
Alasan : kebanyakan suami yang berpoligami tidak bersikap adil sama istri – istrinya banyak contoh .
2 Apakah perlu adanya aturan tentang poligami?
A . Ya
B . Tidak
Alasan : kalou tidak ada aturan poligami / U.U. suami yang poligami mungkin berpikir 2 X.
3 Bagaimana sikap anda apabila keluarga / kerabat anda menganut poligami?
A. Setuju
B. Tidak
Alasan : karena poligami tidak pantas di anut oleh. Orang indonesia khususnya.
4 apakah kerabat anda ada yang melakukan poligami?
A ada
B tidak
Alasan mereka berpoligami : —

5 Menurut anda, apakah setiap suami yang berpoligami dapat bersikap adil
A Ya
B Tidak
Alasan : bersikap adil harus di miliki bagi seorang suami khusus nya yang berpoligami.

BAB II
LANDASAN TEORITIS

1. Pengertian Poligami

Poligami atau lebih tepat dari poligini adalah sebuah penomena seorang laki-laki yang telah bersetatus sebagai seorang suami memiliki istri lebih dari satu. Poligini ini telah dilakukan oleh orang-orang Arab, orang-orang yunani yang berkebudayaan tinggi dan juga bangsa-bangsa lainnya di dunia.

2. Poligami Menurut Islam
Qur’an mengizinkan seorang laki-laki mempunyai empat orang istri dan sebnayak gundik-gundiknya ( istri simpanan ) hal itu dapat dilakukan apabila laki-laki itu mampu bersikap adil. Hal ini teruang dalan QS.An-Nisa ayat 3:
“Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim ( bilamana kamu mengawininya ), maka kawinlah wanita-wanita ( lain ) yang kamu senangi. Dua, tiga, dan empat. Kemudian jika kamu takut berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Maksud dari QS An-Nisa ayat 3 diatas tersebut yakni bahwa poligami itu halal, dan menjadi haram ketika persyaratan adil tidak dapat dipenuhi. Larangan bagi para suami untuk berpoligami jika tidak dapat bersikap adil, terdapat dalam QS.AN-Nisa ayat 129:
“Dan kamu sekali-kali tidak dapay berlaku adil di antara istri-isrtimu walaupun kmau sangai ingin berbuat demikian, karna itu jangan lah kamu cenderung (pada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan ynag lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengdakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan) maka sesungguhnya Allah maha penganpun lagi maha penyayang.”
Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat tafsir al-Manar tentang QS.An-Nisa ayat 129 Dan sungguh Allah Ta’ala telah berfirman pada ayat lain dari surat (ayat 129-dan kamu sekali-kali tidak dapat berlaku adil diantara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demian). Maksud adil disini adalah adil dalam hal kecenderungan hati. Karena jika tidak dipahami seperti itu tentu gabungan dua ayat ini (ayat 129 dan 3) akan menghasilkan kesimpulan, tidak boleh poligami dalam kondisi bagaimanapun juga. Terlebih jelas sekali firman-nya sesudahnya, (karena itu yang lain terkatung-katung). Jadi maksudnya, Allah mengampuni seorang hamba yang kecenderungan hatinya di luar kuasanya.(Tafsir al-manar 4:248).

Ayat tersebut tidak berarti menegaskan, karena adil yang sebenarnya tidak mungkin terpenuhi maka poligami terlarang. Melainkan hanya menegaskan adil yang sebenarnya tidak akan terpenuhi, maka janganlah cenderung kepada salah satu istri dan sama sekai tidak diperintahkan meninggalkan poligami.

Ada veverapa hadis yang menjelaskan tentang poligami pada zaman rasulullah diantaranya, Shahih muslim, Kitab Fadla’il as-shahabah, bab fadla’il Fatimah binti-Nabiy’alaihasshalatu wa-salam, 4,1902 no 2449:
Dari al-Miswar ibnu makhrajan, bahwasannya ia mendengar rasulullah Saw di atas mimbar sabda: “Sesungguhnya Bani Hisyam ibn al-Mughirah meminta izin kepada untuk menikahkan salah seorang putri mereka kepeda `Aliy ibn Abi Thalib, maka aku tidak izinkan mereka, kemudan aku tidak inginkan mereka. Kecuali putra Abi Thalib itu (‘Aliy) besedia menceraikan putriku dan kemudian memilih menikahi anak perempuan itu. Karena sungguh anakku itu bagian dari diriku. Meresahkan apa yang meresahkannya, dan menyakitiku apa yang menyakitin”

Sementara itu riwayat muslim yang lainnya pun memberikan uraian tentang alasan Rasul Saw tidak mau putrinya, Fathimah, dimadu.
“Sesungguhnya Fathimah itu bagian dari diriku dan aku takut is diuji dalam hal agamanya.”Al-Mizwar berkata: kemudian beliau menyebutkan kerabat jauhnya dari Abd Syams, beliau memunjinya dan menceritakan kebaikannya. Beliau bersabda :”la pernah menyatakan sesuatu dan ia memenuhinya, ia pernah berjanjji kedaku dan menepatinya, dan sungguh aku tidak bermaksud mengharamkan yang halal dan tidak pula menghalalkan yang haram, akan tetapi demi Allah jangan sampai bersatu putri Rasulullah dan putri musuh Allah di satu tempat untuk selama-lamya.

Dari riwayat disebut diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa:
Pertama, Rasul Saw sadar betul bahwa poligami itu halal, dan sama sekali tidak bermaksud mengharamkan.
Kedua, alasan rasulullah tidak mengizinkan ‘Aliy poligami hanya karena satu saja,yakni tidak tega kalau Fathimah seorang putri Rasul Allah dimadu dengan putri musuh Allah, Abu jahal. Walaupun beberapa kerabat dari mereka memaksa, tetap tida akan Rasul Saw izinkan kecuali jika memang ‘Aliy hendak memilih dia daripada Fathumah.

3. Adapun situasi yang mengkondisikan adalah laki-laki utuk berpoligami

1. jika seorang laki-laki mempunyai istri yang berusia lanjut dan tidak bisa melayaninya lagi, padahal ia sangat memerlukan penerus dan faktanya ia mampu berbuat adil dan mampu mengurus anaknya.
2. jika seornag laki-laki mempunyai istri yang mandul dan secara darurat istri memerlukan keturunan, maka maslahat bagi meniah lagi.
3. jika seorang laki-laki tidak merasa cukup dengan seorang istri karena dorongan syahwatnya tinggi sementara pelayanan istri kurang maka lebih selamat jika isa berpoligami.

4. jika seorang laki-laki mempunyai istri yang msa haidnya lama sampai 15 hari setiap bulannya, sementara ia tidak menunngu, maka jika ada jalan lain sebaiknnya ia menikah lagi.
5. jika di satu negara penduduknya labih banyak perempuan, misalnya diakibatkan perang, maka demi mencegah perizinkan, sebaiknya seorang laki-laki beristri lebih dari satu.

4. Dampak Positif Poligami
Diantara pro kontra poligami, ternyata poligami memiliki dampat positif antara lain:

• Poligami menekan merajelanya prositusi
• Poligami akan memungkinkan berjuta-juta wanita melaksanakan haknya akan kecintaan dan keibuan yang kalau tidak akan terpaksa hidup tampa suami karena sistim monogami
• Poligami akan menguran sebab-sebab drama perceraian yang tak terhitung banyaknya.
• Poligami akan memperbaiki jenis bangsa demi masa depan anak-anak yang baik, semua syah dan semua wanita akan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan gembira.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: